Eksfoliasi adalah proses pengangkatan sel kulit mati dari permukaan kulit untuk membantu regenerasi sel baru. Ada dua pendekatan utama: eksfoliasi fisik (scrub, kain microfiber) dan eksfoliasi kimia (AHA, BHA, PHA). Dalam pendekatan skincare berbasis sains modern, eksfoliasi kimia umumnya lebih direkomendasikan karena bekerja secara lebih merata dan terkontrol, dengan risiko iritasi yang lebih rendah dibandingkan gesekan mekanis.
AHA (Alpha Hydroxy Acid) adalah asam berbasis air yang bekerja di permukaan kulit untuk melarutkan ikatan antar sel kulit mati. Jenis AHA yang paling umum digunakan dalam skincare adalah glycolic acid, lactic acid, dan mandelic acid. AHA sangat efektif untuk:
AHA cocok untuk kulit kering, kulit dengan hiperpigmentasi, atau kulit yang ingin terlihat lebih cerah dan merata. Perlu diingat, AHA meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV, sehingga penggunaan sunscreen di pagi hari menjadi sangat wajib.
BHA (Beta Hydroxy Acid), yang paling umum adalah salicylic acid, merupakan asam yang larut dalam minyak. Kemampuannya menembus lapisan sebum menjadikan BHA sangat efektif untuk bekerja di dalam pori-pori. BHA sangat direkomendasikan untuk:
Produk AHA BHA Exfoliating Toner Aura menggabungkan AHA 8% (glycolic acid dan lactic acid) dengan BHA 2% (salicylic acid) dalam satu formula untuk manfaat eksfoliasi yang komprehensif — bekerja di permukaan sekaligus di dalam pori-pori. Formula ini juga diperkaya dengan allantoin dan panthenol untuk membantu meminimalkan potensi iritasi pasca eksfoliasi.
Eksfoliasi kimia adalah bahan aktif yang perlu diperkenalkan secara bertahap:
Baca Juga